KISAH DI SMA NEGERI 5 JAKARTA._.

._.Suka Duka Sekolah di SMA Negeri 5 Jakarta._.

 
SMA Negeri 5 adalah sekolah pertama yang saya pilih sejak lulus SMP. Pada awalnya saya sangat bersyukur karena saya bisa mewujudkan keinginan saya dan khususnya orang tua serta keluarga. Di SMA Negeri 5 saya mendapatkan teman, guru serta pengalaman baru yang membawa saya pada perubahan sifat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Hasilnya saya terbiasa dengan sifat yang saya terapkan di sekolah itu dan terbawa hingga berbagai aspek kehidupan. 

Hari demi hari saya jalani di sekolah tercinta (SMA Negeri 5) begitu tak terhingganya pengalaman di saat kelas 10. Saya beserta teman yang dibimbing oleh sang pencerah yaitu guru, berpacu dalam mewujudkan satu tujuan yang biasa di sebut cita-cita. Dengan cita-cita kita memiliki tujuan dan alasan untuk hidup di muka bumi ini. Tentunya semua itu tidak akan tercapai tanpa usaha serta doa yang menyertai.

Waktu yang tak bisa di elakkan kedatangannya membuat kita harus berubah untuk lebih baik. Dan pada akhirnya saya berhasil mewujudkan keinginan saya untuk masuk ke jurusan IPA. Alhamdulillah wa syukurillah itu yang saya ucapkan pertama kali untuk melampiaskan rasa syukur dengan apa yang saya capai selama ini. Saya terhenyuh saat kedua orang tua gembira serta puja dan puji syukur mereka panjatkan terhadap Allah SWT. Mbah uti tercinta tak tahan meneteskan air mata saat mengetahui saya selaku cucunda berhasil mendapatkan jurusan IPA. Mereka semua berharap saya bisa lebih baik dan terus berusaha agar kelak tidak menyesal dikemudian hari.
Tugas-tugas yang diberikan sangat lah banyak. Sampai-sampai tidak ada waktu untuk bersantai-santai. Banyak sekali tugas yang diberikan seperti tugas drama yang memakan banyak waktu dan tenaga. Karya tulis yang membutuhkan ketelitian dan kebahasaan yang baik dan tepat. Selain itu kelas XI lebih berat dari pada kelas X. Dulu pada waktu kelas X tidak terlalu banyak pekerjaan rumah(pr), tapi setelah kelas XI, pr selalu hadir di setiap hari. Bagaikan menghantui para siswa begitupun dengan tugas-tugas yang semakin menumpuk berbeda dengan PR. 

Guru-gurunya juga lebih exstrim dari pada kelas X dulu. Kegiatan-kegiatan extrakulikuler juga terlalu banyak acara. Kelas XI banyak yang mengatur urusan extrakulikuler sehingga tugas yang di berikan guru-guru akan menambah beban siswa, jadi siswa bisa streess. Terkadang ada juga siswa yang tidak masuk sekolah karena belum selesai mengerjakan pr, karena takut dengan mata pelajaran hari itu, mungkin juga karena sakit karena kelelahan dengan tugas yang menumpuk.
Ada juga peraturan yang sangat ketat dan juga menyiksa. Peraturan yang sama sekali tidak tidak bersahabat. Dan juga system moving class yang merepotkan dan melelakan bagi para siswa. Siswa harus mondar-mandir kesana-sini untuk pindah kelas. Siswa juga ada yang sampai berlari larian jika ada ulangan mata pelajaran yang di anggap susah atau sulit. Jarang sekali ada sesuatu hal yang mengasikan di sekolah. Akibat dari moving class adalah capek, berisik, dan juga banyak alat tulis dari para siswa tertinggal di kelas yang di tinggalkan untuk moving class. 

Fasilitasnya juga kurang memadai. Seperti, wc yang kotor, kran air yang tidak menyalah, meja-meja yang kotor, dan kolong meja yang penuh dengan sampah-sampah sisa makanan atau minuman. Tempat sampah yang tidak cukup sehingga banyak sampah yang berserakan. Kelas-kelasnya yang panas juga menggangu proses belajar mengajar di sekolah walaupun ada dua kelas yang memakai AC itu saja tidak cukup dan sangat susah untuk mempergunakan kelas tersebut karena dipakai untuk bergiliran. Alat-alat peraktek yang sudah tua, pc yang lama proses operasinya dan koneksi internet yang kurang baik sehingga lama dalam mencari data-data yang di butuhkan siswa-siswi dalam mengakses internet.

Perbaikan fasilitas yang telah dilaksanakan baru-baru ini hanya perbaikan kamar mandi dan wastafel yang membaru tapi seharusnya bukan itu saja yang dipikirkan oleh para staf dan karyawan yang mengkoodinatori perbaikan ini, mereka juga harus memikirkan untuk memasang kipas angin ( paling tidak ) agar murid lebih nyaman . Jangan hanya memperbanyak hiasan yang hanya memperindah dan tidak menambah nilai guna suatu barang tersebut bagi proses belajar mengajar dikelas . contohnya membuat kolam ikan yang hanya memperindah sekolah.

Mungkin perbaikan-perbaikan yang dilakukan sekolah adalah secara bertahap tapi lebih diharapkan dapat memprioritaskan kepentingan bersama bukan hanya sendiri atau hanya pada saat ada penilaian ADIPURA saja . Saya selaku murid SMA Negeri 5 sangat mengharapkan tanggapan yang positif kepada apa yang saya tulis ini dan berharap para koordinator memikirkan dan mempertimbangkannya lebih lanjut . Berpikir saja anak murid kalian akan lebih semangat untuk belajar bukan sekedar bermodalkan tampang agar absen tidak berkurang dan juga bukan hanya sekedar bermain menghabiskan waktu disekolah untuk mendapatkan uang saku dari para orangtuanya . Sudah seharusnya sekolah mengajarkan kepentingan bersama lebih penting dibandingkan mementingkan diri sendiri karena kami juga ingin suatu perubahan yang dapat membuat perubahan terhadap sikap, tingkah laku dan cara berpikir yang akan mendewasakan kami dimulai dengan keadaan dan situasi sekolah yang kondusif dan bersahabat .

Suka dan duka menyertai saya saat dikelas XI IPA 4. Semua bagaikan pelana kuda yang bergelombang dan melintang memberikan suatu cobaan serta tantangan untuk melampauinya. Mulai dari mendapatkan nilai ulngan yang tidak memuaskan hingga yang memuaskan, semua perlu di klarifikasi apa penyebab terjadi demikian. Sudah 11 tahun saya berjuang untuk mewujudkan berbagai keinginan, semoga perjuangan yang telah saya lakukan selama itu tidak sia-sia kelak di saat penentuan nanti yaitu Ujian Nasional.

Demikian suka dan duka yang saya alami sekolah di SMA Negri 5 Jakarta. 
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saya selaku penulis dan anda selaku pembaca. Good luck and got your talents

for your future.
.Image
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s