Tugas Softskill Ke-1 Minggu 2 (HAK MEREK)

TUGAS SOFTSKILL “HAK MEREK”

Nama : Firli Dimas Adhiguno

NPM    : 32412975

Kelas   : 2ID02

BAB 1

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang MasalahHAK MEREK

Perkembangan perekonomian dunia, berlangsung sangat cepat,

arus globalisasi dan perdagangan bebas serta kemajuan teknologi,

telekomunikasi dan informasi telah memperluas ruang gerak transaksi

barang dan atau jasa yang ditawarkan dengan lebih bervariasi, baik

barang dan jasa produksi dalam negeri maupun barang impor. Hal ini

berpengaruh pada hubungan antar bangsa yang menjadi saling

tergantung baik dalam hal kebutuhan, kemampuan dan kemajuan

teknologi. Keadaan ini menyebabkan kebutuhan akan komunikasi

menjadi sangat maju dan pola perdagangan dunia sudah tidak terikat

pada batas-batas negara. Dunia dan kawasan-kawasan didalamnya

sekarang merupakan pasar bagi produksi-produksi pengusaha pemilik

merek dagang dan jasa. Semuanya ingin produk mereka memperoleh

akses yang sebebas-bebasnya ke pasar. Perkembangan dan perubahan

norma dan tatanan dagang yang bersifat global ini telah menimbulkan

berbagai persoalan yang perlu segera diantisipasi oleh Indonesia.

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman

suku bangsa dan budaya serta kekayaan di bidang seni dan sastra yang

perkembangannya memerlukan perlindungan terhadap kekayaan

intelektual yang lahir dari keanekaragaman tersebut. Di samping itu

perkembangan di bidang perdagangan dan industri yang sedemikian

pesatnya memerlukan peningkatan perlindungan terhadap teknologi

yang digunakan dalam proses pembuatan, apabila kemudian produk

tersebut beredar di pasar dengan menggunakan merek tertentu, maka

kebutuhan untuk melindungi produk yang dipasarkan dari berbagai

tindakan melawan hukum pada akhirnya merupakan kebutuhan untuk

melindungi merek tersebut. Dalam hubungan ini hak-hak yang timbul

dari hak milik intelektual khususnya hak atas merek menjadi sangat

penting bukan hanya dari segi perlindungan hukum, karena untuk

mendirikan dan mengembangkan merek produk barang atau jasa

dilakukan dengan susah payah. Dibutuhkan waktu yang lama dan biaya

yang mahal untuk mempromosikan merek agar dikenal dan

memperoleh tempat di pasaran.

Permasalahan Hak Kekayaan Intelektual khususnya bidang

merek merupakan suatu permasalahan yang terus akan berkembang

mengikuti perkembangan dunia ilmu pengetahuan, seni dan sastra.

Perkembangan ini tidak hanya bersifat insidental dan pada satu titik

saja, tetapi mengarah ke semua bidang sasaran tanpa mengenal

batasan. Pada dunia usaha para produsen memberikan tanda atau citra

tersendiri pada barang dan jasa hasil produksi mereka yang lazim

disebut merek yang digunakan untuk membedakan suatu produk

dengan produk lain, terutama untuk barang atau jasa yang sama dan

Indonesia merupakan negara yang berdasarkan hukum dan tidak

berdasarkan atas kekuasaan saja. Ini berarti bahwa sejak kemerdekaan

bangsa Indonesia berketetapan untuk memilih bentuk negara hukum

tersebut sebagai pilihan satu-satunya. Akibat dari pemilihan tersebut

konsekuensinya bahwa semua aspek kehidupan yang berkaitan dengan

penyelenggaraan negara republik Indonesia harus tunduk dan patuh

pada norma-norma hukum baik yang berkaitan dengan aspek politik,

ekonomi, sosial dan budaya. Hukum harus menampilkan peranan

secara mendasar sebagai titik sentral dalam seluruh kehidupan orangperorangan,

kehidupan masyarakat, maupun kehidupan berbangsa dan

BAB 2

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Merek

Dalam pasal 1 butir 1 Undang-Undang Merek 2001 diberikan suatu definisi

tentang merek yaitu tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka,

susunan warna, atau kombinasi dari unsure-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda

dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.

Selain menurut batasan juridis beberapa sarjana ada juga memberikan

pendapatnya tentang merek, yaitu:

1. H.M.N. Purwo Sutjipto, S.H., memberikan rumusan bahwa,

Merek adalah sutau tanda, dengan mana suatu benda tertentu dipribadikan, sehingga

dapat dibedakan dengan benda lain yang sejenis.

2. Prof. R. Soekardono, S.H., mmeberikan rumusan bahwa,

Merek adalah sebuah tanda (Jawa: siri atau tengger) dengan mana dipribadikan

sebuah barang tertentu, di mana perlu juga dipribadikan asalnya barang atau

menjamin kualitas barang dalam perbandingan dengan barang-barang sejenis yang

dibuat atau diperdagangkan oleh orang-orang atau badan-badan perusahaan lain.

3. Essel R. Dillavou, Sarjana Amerika Serikat, sebagaimana dikutip oleh Pratasius

Daritan, merumuskan seraya memberikan komentar bahwa,

Tidak ada definisi yang lengkap yang dapat diberikan untuk suatu merek dagang,

secara umum adalah suatu lambang, simbol, tanda, perkataan atau susunan kata-kata

di dalam bentuk suatu etiket yang dikutip dan dipakai oleh seorang pengusaha atau

distributor untuk menandakan barang-barang khususnya, dan tidak ada orang lain

mempunyai hak sah untuk memakainya desain atau trade mark menunjukkan keaslian

tetapi sekarang itu dipakai sebagai suatu mekanisme periklanan.

Berdasarkan pendapat-pendapat sarjana tersebut, maupun dari peraturan merek itu

sendiri, secara umum penulis mengambil suatu kesimpulan bahwa yang diartikan dengan

perkataan merek adalah suatu tanda (sign) untuk membedakan barang-barang atau jasa

yang sejenis, juga sebagai jaminan atas mutunya dan digunakan dalam kegiatan

perdagangan barang atau jasa.

Hak Atas Merek Sebagai Hak Kekayaan Intelektual

Sama halnya dengan hak cipta dan paten serta hak atas kekayaan intelektual

lainnya maka hak merek juga merupakan bagian dari hak atas intelektual. Selain dari

alasan yang telah disebutkan pada bagian awal tulisan ini, maka khusus mengenai hak

merek secara eksplisit disebut sebagai benda immateril dalam konsiderans UU Nomor 15

Tahun 2001 tentang Merek (UUM 2001) bagian menimbang butir a, yang berbunyi:

Bahwa di dalam era perdagangan global, sejalan dengan konvensi-konvensi

internasional yang telah diratafikasi Indonesia, peranan merek menjadi sangat penting,

terutama dlam menjaga persaingan usaha yang sehat.

Merek produk barang atau jasa sejenis dapat dibedakan asal muasalnya,

kualitasnya serta keterjaminan bahwa produk itu original. Kadangkala yang membuat

harga suatu produk menjadi mahal bukan produknya, tetapi mereknya. Merek adalah

sesuatu yang ditempelkan atau dilekatkan pada satu produk, tetapi ia bukan jenis produk

itu sendiri. Merek mungkin hanya menimbulkan kepuasaan saja bagi pembeli, benda

materilnyalah yang dapat dinikmati. Merek itu sendiri ternyata hanya benda immateril

yang tak dapat memberikan apapun secara fisik, inilah yang membuktikan bahwa merek

itu merupakan hak kekayaan immateril.

 

Jenis Merek

UUM Tahun 2001 ada mengatur tentang jenis-jenis merek, yaitu sebagaimana

tercantum dalam Pasal 1 butir 2 dan 3 adalah merek dagang dan merek jasa. Jenis merek

lainnya menurut Suryatin dibedakan berdasarkan bentuk dan wujudnya, antara lain yaitu:

1. Merek Lukisan (Bell Mark).

2. Merek Kata (World Mark).

3. Merek Bentuk (Form Mark).

4. Merek Bunyi-bunyian (Klank Mark).

5. Merek Judul (Title Mark).

Persyaratan Merek

Adapun syarat mutlak suatu merek yang harus dipenuhi oleh setiap orang ataupun

badan hukum yang ingin memakai suatu merek, agar merek itu dapat diterima dan

dipakai sebagai merek atau cap dagang, syarat mutlak yang harus diepenuhi adalah

bahwa merek itu harus mempunyai daya pembedaan yang cukup. Dengan kata lain

perkataan, tanda yang dipakai ini haruslah sedemikian rupa, sehingga mempunyai cukup

kekuataan untuk membedakan barang hasil produksi sesuatu perusahaan atau barang

perniagaan (perdagangan) atau jasa dari produksi seseorang dengan barang-barang atau

jasa yang diproduksi oleh orang lain. Karena adanya merek itu barang-barang atau jasa

yang diproduksi mejadi dapat dibedakan.

Menurut pasal 5 UUM Tahun 2001 merek tidak dapat didaftarkan apabila

mengandung salah satu unsur di bawah ini:

1. Bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, moralitas agama,

kesusilaan atau ketertiban umum.

2. Tidak memiliki daya pembeda.

3. Telah menjadi milik umum.

4. Merupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang dimohonkan pendaftaran.

Merek yang kuat ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat, asosiasi merek yang tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan konsumen terhadap merek yang tinggi. Dan Merk juga sangat memungkinkan konsumen untuk mengatur dengan lebih baik pengalaman tempat belanja mereka membantu mereka mencari dan menemukan keterangan produk. Adapun fungsi merek adalah untuk membedakan kepentingan perusahaan, penawaran dari semuanya.

Dengan adanya merk, dapatlah membuat produk yang satu beda dengan yang lain sehingga diharapkan akan memudahkan konsumen dalam menentukan produk yang akan dikonsumsinya berdasarkan berbagai pertimbangan serta menimbulkan kesetiaan terhadap suatu merek (brand loyalty). Kesetiaan konsumen terhadap suatu merek atau brand yaitu dari pengenalan, pilihan dan kepatuhan pada suatu merek.

 

Merk dapat dipahami lebih dalam pada tiga hal berikut ini :

Contoh brand name (nama) : nintendo, aqua, bata, rinso, kfc, acer, windows, toyota, zyrex, sugus, gery, bagus, mister baso, gucci, c59, dan lain sebagainya.

Contoh mark (simbol) : gambar atau simbol sayap pada motor honda, gambar jendela pada windows, gambar kereta kuda pada california fried chicken (cfc), simbol orang tua berjenggot pada brand orang tua (ot) dan kentucky friend chicken (kfc), simbol bulatan hijau pada sony ericsson, dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang dapat kita temui di kehidupan sehari-hari.

Contoh trade character (karakter dagang) : ronald mcdonald pada restoran mcdonalds, si domar pada indomaret, burung dan kucing pada produk makanan gery, dan lain sebagainya.

 

  1. Jenis-Jenis Dan Macam-Macam Merk

Jenis-jenis terdiri dari beberapa macam yakni :

1.Manufacturer Brand

Manufacturer brand atau merek perusahaan adalah merek yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang memproduksi produk atau jasa. Contohnya seperti soffel, capilanos, ultraflu, so klin, philips, tessa, benq, faster, nintendo wii, vit, vitacharm, vitacimin, dan lain-lain.

  1. Private brand atau merek pribadi adalah merek yang dimiliki oleh distributor atau pedagang dari produk atau jasa seperti zyrex ubud yang menjual laptop cloud everex, hipermarket giant yang menjual kapas merek giant, carrefour yang menjual produk elektrinik dengan merek bluesky, supermarket hero yang menjual gula dengan merek hero, dan lain sebagainya.

Ada juga produk generik yang merupakan produk barang atau jasa yang dipasarkan tanpa menggunakan merek atau identitas yang membedakan dengan produk lain baik dari produsen maupun pedagang. Contoh seperti sayur-mayur, minyak goreng curah, abu gosok, buah-buahan, gula pasir curah, bunga, tanaman, dan lain sebagainya.

Merk terdiri dari 3 (Tiga) macam Berdasarkan Undang-Undang No. 15 Tahun 2001, yaitu :

a)      Merk Dagang :

Merk yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.(Pasal 1 angka (2) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merk)

b)      Merk Jasa :

Merk yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya. (Pasal 1 angka (3) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merk)

c)      Merk Kolektif :

Merk yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya. (Pasal 1 angka (4) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merk)

 

C.    Strategi Merek / Merk (Brand Strategies)

Produsen, distributor atau pedagang pengecer dapat melakukan strategi merek sebagai berikut di bawah ini :

  1. Individual Branding / Merek Individu

Individual branding adalah memberi merek berbeda pada produk baru seperti pada deterjen surf dan rinso dari unilever untuk membidik segmen pasar yang berbeda seperti halnya pada wings yang memproduksi deterjen merek so klin dan daia untuk segmen pasar yang beda.

  1. Family Branding / Merek Keluarga

Family branding adalah memberi merek yang sama pada beberapa produk dengan alasan mendompleng merek yang sudah ada dan dikenal mesyarakat. Contoh famili branding yakni seperti merek gery yang merupakan grup dari garudafood yang mengeluarkan banyak produk berbeda dengan merek utama gery seperti gery saluut, gery soes, gery toya toya, dan lain sebagainya. Contoh lain misalnya yaitu seperti motor suzuki yang mengeluarkan varian motor suzuki smash, suzuki sky wave, suzuki spin, suzuki thunder, suzuki arashi, suzuki shodun ,suzuki satria, dan lain-lain.

 

D.    Syarat dan tata cara Permohonan Pendaftarana Merk

Ketentuan yang mengatur mengenai syarat dan tata cara Permohonan Merk berdasarkan Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 diatur dalam :

1)      Pasal 7 sampai dengan pasal 10 Undang-Undang No. 15 Tahun 2001

2)      Pasal 1 hingga Pasal 6 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1993 tentang tata cara Permintaan Pendaftaran Merk.

Tata cara pengajuan Merk yakni ;

  1. Tata cara pengajuan permohonan

Permohonan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Direktorat Merk dengan ketentuan:

a)      Permohonan diajukan dengan menggunakan formulir yang bentuk dan isinya seperti contoh yang dilampirkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 23 Tahun 1993 tentang Tata Cara Permintaan Pendaftaran Merk.

b)      Pengisian formulir Permohonan tersebut wajib dilakukan dalam rangkap empat dengan mencantumkan:

a)      Tanggal, bulan dan tahun

b)      Nama lengkap, kewarganegaraan, dan alamat Pemohon

Pemohon dapat terdiri dari satu orang atau beberapa orang secara bersama, atau badan hukum

Dalam hal Permohonan diajukan oleh lebih dari satu Pemohon yang secara bersama-sama berhak atas Merk tersebut, semua nama Pemohon dicantumkan dengan memilih salah satu alamat sebagai alamat mereka.

c)      Nama lengkap dan alamat kuasa apabila Permohonan diajukan melalui Kuasa

d)     Tempat tinggal Kuasa yang dipilih sebagai domisili hukumnya di Indonesia, apabila Pemohon bertempat tinggal atau berkedudukan tetap diluar Negara Republik Indonesia

e)      Warna-warni apabila merk yang dimohonkan pendaftarannya menggunakan unsur-unsur warna

f)       Jenis barang dan/atau jasa yang termasuk dalam kelas yang dimohonkan pendaftarannya

Permohonan untuk dua kelas barang atau lebih dan/atau jasa dapat diajukan dalam satu Permohonan.

g)      Nama Negara dan tanggal permintaan merk yang pertama kali dalam hal permohonan diajukan dengan hak Prioritas

 

http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud-411-bab1.pdf

http://kamilakhmad.blogspot.com/2012/11/pengertian-hak-merek-dan-hak-paten.html

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s